Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wednesday, December 2, 2015

Obama Dan Pimpinan Negara Lainnya Tinggalkan Ruangan Ketika Jokowi Mau Pidato

Obama Dan Pimpinan Negara Lainnya Tinggalkan Ruangan Ketika Jokowi Mau Pidato - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menjadi magnet dalam setiap pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Paris, Prancis. 

Namun, magnet kuat yang dimiliki presiden kulit hitam pertama di Amerika itu membuat agenda pertemuan Mission Inovation yang digelar di sela-sela KTT Paris pada Senin (30/11) sore waktu setempat menjadi sedikit kacau. 

Acara yang melibatkan Bill Gates tersebut memang molor dari jadwal yang ditetapkan. Tak jelas penyebabnya. Sejumlah presiden dan perdana menteri dibuat menunggu tanpa ada kejelasan. 

Sekitar 20 menit berselang, Presiden Prancis Francois Hollande tiba di lokasi acara. Namun, Obama belum juga tampak. Kebetulan saat itu Presiden Jokowi juga belum hadir. 

Singkat cerita, acara akhirnya dimulai. Presiden Hollande membawakan pidatonya dalam bahasa Perancis kemudian disusul dengan pidato dari Bill Gates. Presiden Jokowi baru tiba saat Gates sedang berbicara di atas podium. 

Obama Dan Pimpinan Negara Lainnya Tinggalkan Ruangan Ketika Jokowi Mau Pidato

Setelah Bill Gates menyelesaikan pidatonya, Obama datang. Para presiden dan perdana menteri lainnya yang telah lama menunggu dipersilakan naik ke atas panggung untuk sesi foto bersama. 

Kemudian, tiba giliran Obama berbicara di podium. Sementara di atas panggung masih ada Presiden Hollande, Bill Gates dan Perdana Menteri India yang duduk berdampingan. Adapun para presiden dan perdana menteri lainnya duduk berjejer di barisan utama menghadap panggung. 

Dalam pidatonya, Obama menyebut bahwa semua bangsa saat ini membutuhkan energi yang tak hanya murah tapi juga mudah diperbarui. Karenanya, Presiden yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia itu mengajak semua pihak untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. 

Sekitar 10 menit berbicara, Obama turun podium dan dilanjutkan dengan pidato dari PM India. Setelah semua orang yang berada di atas panggung mendapat giliran bicara, Presiden Hollande memohon izin meninggalkan tempat lebih dulu karena ia memiliki agenda pertemuan lain. 

Acara berlanjut dan tak terpengaruh dengan perginya Hollande. Pembawa acara yang berbahasa Prancis kemudian mempersilakan Presiden Jokowi maju ke podium untuk menyampaikan pidatonya. 

Namun, belum sempat Jokowi maju ke atas panggung, Presiden Obama sudah berdiri untuk pamit meninggalkan ruangan. Melihat Obama pergi, para pemimpin negara lain serta merta ikut bangkit dan meninggalkan acara, antara lain PM Jepang Shinzo Abe, PM Norwegia Erna Solberg, PM Arab Saudi, Presiden Kanada dan Presiden Korea. Ruangan menjadi sepi. Tinggallah Jokowi terlihat agak bingung. Jokowi kemudian berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsoedi sampai akhirnya ikutan meninggalkan tempat acara. Padahal, interpreter dari Kementerian Luar Negeri, yang bertugas menerjemahkan pidato Jokowi dari bahasa Indonesia ke Inggris, sudah siaga di kotak penyulih bahasa. 

Namun, Jokowi tak sendiri, belasan pemimpin negara lain juga bernasib serupa. Hanya saja, Indonesia memang mendapat urutan paling pertama untuk maju ke atas podium. Obama menyampaikan pesannya dengan sangat jelas. Mana pemimpin negara yang patut didengarnya dan mana yang tidak. 

“Ya bagaimana, yang lain juga batal bicara semua kok. Tapi memang dari negara-negara yang hadir kita dapat urutan pertama,” ucap Presiden.(ts/ROL)

Friday, June 26, 2015

Mengenal YBJ ( Yellow Box Junction) atau Kotak Kuning di Persimpangan Jalan

Jakarta Belakangan, di sosial media tersebar foto sebuah persimpangan jalan dengan markah jalan berwarna kuning berbentuk kotak. Berdasarkan penjelasan akun tumblr TMC Polda Metro, markah jalan tersebut bernama Yellow Box Junction (YBJ).

YBJ bertujuan mencegah kepadatan lalu lintas di jalur dan berakibat pada tersendatnya arus kendaraan di jalur lain yang tidak padat. Dengan adanya YBJ, diharapkan kepadatan di persimpangan tidak terkunci. YBJ sendiri sangat berguna di persimpangan jalan yang padat, terlebih di jalan-jalan utama serta waktu puncak kepadatan lalu lintas. Misalnya sebagaimana terlihat di persimpangan Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Mengenal YBJ ( Yellow Box Junction) atau Kotak Kuning di Persimpangan Jalan

Aturan utama dari YBJ ini sendiri adalah apabila masih ada kendaraan lain dari jalur lain, pengguna jalan dari jalur berlawanan belum boleh masuk kotak berwarna kuning meskipun lampu sudah berwarna hijau. Bagi pengendara yang tetap masuk ke dalam YBJ padahal masih ada kendaraan lain dari jalun berlawanan, makan akan dikenakan tilang.

Hal ini sesuai dengan penjelasan dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan, pasal 287 (2) juncto Pasal 106 (4) huruf a, b tentang rambu-rambu lalu lintas dan berhenti di belakang garis stop. Pidananya ialah kurungan dua bulan penjara atau denda Rp 500.000. Menurut TMC Polda Metro Jaya sendiri, YBJ akan berfungsi maksimal jika ada kesadaran dari pengguna jalan.

Sayangnya, diketahui masih banyak pengguna jalan yang tidak mengetahui fungsi YBJ tersebut. Kurangnya sosialisasi serta ketegasan polisi yang bertugas, membuat masih banyak pengendara yang melanggar YBJ. (sul)

Sumber : Citizen6

Sunday, June 7, 2015

Lagi Turis Asal Amerika Serikat Tewas Diterkam Singa di Taman Nasional Gauteng

Turis perempuan asal Amerika Serikat tewas setelah diterkam dan dicabik singa di Taman Nasional Gauteng, Kota Johannesburg, Afrika Selatan. Insiden akhir pekan lalu itu terjadi lantaran wanita 22 tahun tak disebut namanya itu nekat membuka jendela mobil tur.

Diduga kuat, dia ingin memberi makan singa-singa tersebut. Sontak saja, hewan karnivora itu menyerangnya karena merasa terancam. Dua ekor singa bisa menerobos melalui kaca jendela yang terbuka separuh.

"Singa itu datang dari sebelah kiri mobil atau di sisi penumpang dan berjalan mendekati mobil," ujar Asisten Manager Operasional Taman Gauteng Scott Simpson seperti dilansir Daily Mail, Selasa (2/6).

Lagi Turis Asal Amerika Serikat Tewas Diterkam Singa di Taman Nasional Gauteng

Teman pria turis itu selamat, tapi juga menderita luka-luka. Sopir mobil tur yang berusaha menyelamatkan perempuan nahas tersebut ikut menderita gigitan di beberapa anggota badan. Singa betina yang menewaskan turis AS itu kini dikandangkan.

Nyawa perempuan itu tak tertolong walau segera dilarikan ke klinik terdekat. Simpson berharap pengunjung di masa mendatang bisa memetik pelajaran berharga. Taman Gauteng melarang ada jendela yang dibuka, pengunjung menyaksikan singa liar yang tak ramah pada siapapun.

"Brosur-brosur berisi imbauan sudah dibagikan kepada pengunjung. Saya sangat tidak mengerti mengapa masih ada beberapa orang yang nekat membuka jendela mobil," urainya.

Dalam setahun terakhir, sudah dua kali pengunjung diserang singa di Taman Gauteng. Semuanya akibat pengunjung nekat membuka jendela mobil. Beruntung, pada Maret lalu, Brendan Smith asal Australia hanya mengalami gigitan tak terlalu serius di kaki.

Sumber : Merdeka.com 

Wednesday, June 3, 2015

Para Pengungsi Bangladesh Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Relawan Wanita Aceh

Bersamaan dengan datangnya para pengungsi etnis Rohingya dari Myanmar ke negara Indonesia, datang pula kelompok pengungsi lain berasal dari negara Bangladesh. Kedua kelompok pengungsi mempunyai alasan yang berbeda keluar dari negerinya. Pengungsi Rohingya keluar dari Myanmar dikarenakan penganiayaan dan pembantaian yang dilakukan oleh kelompok Buddha garis keras yang ada di Myanmar. Sedangkan Pengungsi dari Bangladesh keluar dari negaranya karena ingin mencari penghidupan yang lebih nyaman, karena motif ekonomi. Bukan karena terpaksa keluar dari negerinya.

Berkenaan dengan pengungsi yang saat ini berada di kamp pengungsian di Pelabuhan Kuala Langsa Aceh, terjadi perilaku pengungsi dari Bangladesh yang mulai membuat kesal para relawan dan masyarakat Aceh.

Para Pengungsi Bangladesh Lakukan Pelecehan Seksual Kepada Relawan Wanita Aceh

Sebagaimana disampaikan oleh warga kota Langsa, Kafayeddin kepada Islampos, para pengungsi asal Bangladesh mulai berperangai buruk pasca pemulihan kondisi kesehatan mereka. Suka berperilaku usil kepada para wanita pekerja sosial (relawan), melakukan pelecehan seksual kepada mereka.

“Kami melihat sepertinya sikap pengungsi Bangladesh sangat berbeda dengan Muslim Rohingya. Ini bukan semata membeda-bedakan, tapi memang sudah beberapa kali saya mendengar keluhan para relawan khusunya perempuan,” tutur Kafayeddin yang juga akrab disapa Idin.

Menurutnya, polah-tingkah pengungsi Bangladesh ini tidaklah patut dilakukan oleh kumpulan orang baik-baik. Apalagi yang menjadi objek pelecehan mereka itu adalah orang-orang yang secara sukarela membantu mereka yang seharusnya mereka hormati, tapi justru diperlakukan secara tidak senonoh.

Kafayeddin juga mempertanyakan keberadaan para pengungsi Bangladesh ini, terkait kapan waktunya akan dideportasi ke negara asal mereka, dimana Dubes Bangladesh telah mengunjungi kamp pengungsian di kota Langsa, tapi sampai saat ini para pengungsi Bangladesh tersebut belum juga dikembalikan ke negara mereka.

“Sebenarnya bagaimana status mereka di sini, apakah akan sama seperti Rohingya atau akan dipulangkan ke negaranya? Tapi kapan? Mereka kan punya negara dan masih diterima di negaranya berbeda dengan kondisi Rohingya. Karena itu, kami berharap kepada pihak terkait untuk dapat segera dipulangkan kenegaranya guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambah Idin. [Musri/ARB/ABP]

Sumber : pribuminews.com

Tuesday, June 2, 2015

Seorang Nenek di California tak sadar buang komputer bernilai Rp 2 miliar

Nenek di California ini tak sadar buang komputer bernilai Rp 2 miliar - Media California minggu lalu gencar memberitakan sebuah kasus unik yang menyangkut seorang nenek dan teknologi Apple kuno. Sosok nenek itu kini dicari karena tidak sengaja membuang komputer Apple berharga miliaran rupiah.

Sebuah perusahaan daur ulang sampah elektonik, Clean Bay Area, mengaku kaget saat menemukan sebuah komputer Apple I langka yang hanya ada 200 buah di seluruh dunia di tumpukan sampah hasil pengumpulan mereka dari masyarakat.

Nenek di California tak sadar buang komputer bernilai Rp 2 miliar

Perlu diketahui, Apple I adalah komputer pertama Apple yang dibuat oleh Steve Wozniak, salah satu founder Apple, dengan tangannya sendiri. Ketika itu, harga satu buah Apple I hanya Rp 9 jutaan.

Dan saat ini, komputer Apple I menjadi buruan kolektor di seluruh dunia sehingga harganya meningkat drastis menjadi miliaran rupiah. Bahkan, di acara lelang tahun 2014 silam, sebuah Apple I dengan kondisi baik berhasil terjual Rp 8 miliar!

Perusahaan Clean Bay Area pun langsung menjual komputer Apple I yang mereka dapat ke seorang kolektor dengan harga sekitar Rp 2,5 miliar.

Menariknya, perusahaan daur ulang itu berniat mencari seorang nenek yang diketahui membuang komputer Apple I tersebut. Mereka ingin membagi separuh keuntungan Apple I ke nenek tadi, Phone Arena (31/05).

Menurut cerita petugas Clean Bay, nenek itu hanya ingin membuang sampah elektonik peninggalan mendiang suaminya. Setelah nenek itu pergi, petugas baru sadar ada komputer Apple I di antara sampah-sampah nenek tadi.

Pihak Clean Bay Area mengaku mengingat nenek itu, namun belum berhasil menemukan kediamannya. Akankah si nenek datang dan mengambil Rp 1,25 miliar miliknya?

Wednesday, May 20, 2015

"Penjual Rumah Berhadiah Kawin", Wina Lia Kecewa Redi Sudah Beristri

Rencana pernikahan Wina Lia akhirnya ditunda. Keputusan itu diambil karena perempuan cantik yang pernah heboh di dunia maya karena menjual rumahnya sekaligus akan menikahi pembelinya itu mengetahui bahwa pria asal Lampung yang akan membeli rumahnya, Redi Eko Saputra, ternyata sudah beristri. 

Wina pun mengaku kecewa. Pria yang telah digadang-gadangnya menjadi pendamping hidupnya itu ternyata tidak jujur sejak awal perkenalannya. "Alhamdulillah, kabar saya baik-baik saja saat ini," ujar Wina Lia saat dihubungi, Rabu (20/5/2015). 

"Penjual Rumah Berhadiah Kawin", Wina Lia Kecewa Redi Sudah Beristri

Wina menjelaskan, pria yang telah disebut sebagai calon suaminya itu ternyata sudah beristri bernama Endang Titin Wapriyustia. Padahal, sejak awal perkenalan hingga intens berkomunikasi, Redi tidak pernah bercerita soal istrinya.

"Dia itu tidak pernah cerita. Ya, saya kaget baca di media sudah beristri. Kecewalah," ucap dia. 

Seharusnya, kata Wina, Redi bercerita jujur mengenai status pernikahannya sejak awal. Jika jujur, segala hal masih mungkin dibicarakan. "Kalau jujur, saya bisa memahami. Dia tidak cerita jujur," tandas dia. 

Wanita yang juga penyanyi campursari ini mengaku akan menunda rencananya menikah. "Saya tunda, sampai ini selesai dulu," ujar dia.

Cunning dottyback infiltrates damsel shoals and once accepted eats the baby damselfish

A new study by researchers at the University of Cambridge has shown that the dottyback, a small predatory reef fish, can change the colour of its body to imitate a variety of other reef fish species, allowing the dottyback to sneak up undetected and eat their young. Its Latin name, Pseudochromis, means false damselfish – giving clue to its mimicry abilities.

The dottyback also uses its colour-changing abilities to hide from larger predators by colour-matching to the background of its habitat – disappearing into the scenery with its camouflage.

While using mimicry to hunt or hide from other species is commonplace in nature – from cuckoos to cuttlefish – scientists point out that if the same physical deception is encountered too frequently, species on the receiving end become more vigilant and develop tactics to mitigate the mimics.

Cunning dottyback infiltrates damsel shoals and once accepted eats the baby damselfish

The dottyback, however, is able to colour-morph depending on the particular colour of the surrounding species it is currently hunting: different types of damselfish being a popular target.

Scientists say that this flexibility of physical mimicry makes it much harder for the dottyback’s prey to develop detection strategies and avoid getting eaten.

Dottybacks are generally solitary and highly territorial predators of around eight centimetres in length, commonly found in Indo-Pacific coral reefs.

While dottybacks can vary their colouration from pink to grey, the researchers focused on two colour ‘morphs’ – yellow and brown – that both occur on the reefs surrounding Lizard Island, off the coast of north-east Australia. This is because the area has populations of both yellow and brown damselfish, and habitat consisting of live coral and dead coral ‘rubble’.

The scientists built their own simulated reef outcrops comprising both live coral and rubble, and stocked them with either yellow or brown damselfish. When released into reefs with damselfish of the opposite colour, scientists found the dottybacks (Pseudochromis fuscus) would change from yellow to brown or vice versa over around two weeks.

Anatomical study of dottyback skin cells revealed that while the level of ‘chromatophores’ – pigment-containing cells that reflect light – remain constant, the ratio of yellow pigment cells to black pigment cells shifts to move the dottyback from yellow to brown or back again.

The team conducted lab experiments with adult and juvenile damselfish to test whether this colour change affects dottyback hunting success. They found that once the dottyback matched the colour of the damselfish, they were up to three times more successful at capturing juvenile damselfish.

“This is the first time that an animal has been found to be able to morph between different guises in order to deceive different species, making the dottyback a pretty crafty little fish” says Dr William Feeney, co-author of the study from the University of Cambridge’s Department of Zoology.

Further Reading
University of Cambridge (CC BY-NC-SA 3.0)
http://www.cam.ac.uk/research/news/colour-morphing-reef-fish-is-a-wolf-in-sheeps-clothing
Celebrity (11) Crime (14) Disaster (8) Economic (2) Health (2) Mystery (11) News (22) Polisi Vs KPK (16) Politics (16) Science (6) Space (5) Technology (3) Tragedy (27) Travel (14)