Wahai Densus, kemarin kamu mengepung dan mendobrak sebuah rumah di Cibubur, dimana di dalam rumah itu hanya terdapat 1 wanita bercadar dan 3 anak kecil. Seperti itukah “sop” penggeledahan?
Istri solihah tidak akan membuka pintu karena suaminya tidak di rumah. Suaminya kan sudah kamu culik bukan?
Jujurlah, apa itu ISIS? Kapan ISIS berbuat jahat di Indonesia? Kalau benar ISIS mengancam keutuhan Indonesia, se-urgent itukah, sehingga penanganannya pun bak film action holiwud? begitu heroik?! Seolah nangkep bandar narkoba atau koruptor rekening gendut!
Setahu saya, saya belum pernah mendengar pemberontak Republik Maluku Selatan (RMS) ditangani oleh Densus 88. Bukankah mereka telah lebih lama mengancam dan menebar teror pada keutuhan indonesia? Mengapa Densus 88 tak menyikat mereka? Apa karena agama mereka sama?
Setahu saya, Organisasi Papua Merdeka (OPM), mengapa Densus 88 tak beraksi? Berapa nyawa anggota TNI/Polri melayang ditembus peluru mereka? Mengapa Densus 88 tidak diturunkan menumpas mereka? Apa juga karena agama mereka sama?
Apakah tindakan OPM RMS tidak termasuk makar, seperti apa yang distigmakan pada para ‘terduga’ ISIS?
jujurlah! Siapa yang membentuk Detasemen Khusus 88 Anti Teror itu?
Siapa yang mendanai Detasemen ini?
Apa tugas mereka sesungguhnya?
Mengapa hanya orang2 Islam saja yang ditangkap dan ditembak Densus 88?
Mengapa RMS tidak?
Mengapa OPM diperlakukan berbeda?
Apa kamu anggap OPM dan RMS tidak bahaya, padahal mereka mendapat dukungan internasional?! Tidakkah mereka jauh lebih berbahaya?
Jujurlah!
Teroris yang seperti apa yang kamu perangi?
Jika begini adanya, maka saya mengatakan bahwa sebenarnya kamu memerangi Islam!
Kamu sebenarnya memerangi Islam dengan kedok memerangi “teroris” atau “ISIS”
Sekarang kamu berkuasa dan memegang senjata, tapi hari2 akan dipergilirkan!
(Ust. Fauzan Al Anshory)
[Khilafah Dawla Islamiyyah - KDI Media]
