Informasi Sore

Informasi terakhir Sore Ini

Bangunan Masjid Dijual Rp 1 Juta Per Meter di Kota Batu

Penulis: Admin
Diterbitkan: Thursday, April 9, 2015
Sebuah bangunan masjid seluas 3.675 meter persegi dijual Rp1 juta permeter. Penyebabnya, panitia pembangunan kehabisan uang untuk menyelesaikan bangunan tiga lantai tersebut.

Masjid Putih Darussolihin berdiri di Jalan Pattimura Nomor 47, Kota Batu, Jawa Timur. Koordinator Penggali Dana Masjid Putih, Parno Muttaqin, 52, mengatakan peletakan batu pertama dilakukan sejak Februari 2010. Pada 2012, proses pembangunan berhenti karena dana habis.

Panitia pembangunan memasang baliho besar bertuliskan bahwa masjid itu dijual Rp1 juta per meter persegi. "Saya pasang baliho itu tiga tahun yang lalu. Waktu itu ada hambatan untuk membangun, kami kan bingung," kata dia saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Senin (6/4/2015).

Bangunan Masjid Dijual Rp 1 Juta Per Meter di Kota Batu

Warga dan tokoh agama di Kota Batu menentang cara tersebut karena dinilai tidak pantas. Panitia dilaporkan ke kepolisian setempat. Baliho pun diturunkan. Namun, setelah 14 hari, baliho itu kembali dipasang karena tidak ada penyelesaian biaya.

"Saya jelaskan ke Bapak Kapolres tujuan dari baliho itu, beliau setuju dan ikut beli," ujarnya.

Parno menyampaikan, di awal pembangunan panitia percaya Allah Maha Kaya. Pembangunan masjid diyakini tidak akan menemui kendala. Apalagi, pemerintah setempat memberikan bantuan Rp100 juta. Panitia, lanjutnya, tidak ingin mencari sumbangan untuk membangun masjid itu.

"Kami berpikir, masa mau bangun rumah Allah harus minta-minta sumbangan. Ternyata ada yang mau jual beli," terangnya.

Masjid Putih berdiri di atas lahan seluas 2.218 meter persegi. Memiliki 10 kamar mandi, menara setinggi 54 meter, dan delapan kubah. Lantai satu dan dua untuk ibadah, sedangkan lantai tiga untuk belajar Alquran dan kantor pengurus masjid. Pembangunan masjid diperkirakan menghabiskan Rp4,5 hingga Rp5 miliar.

Jumat 3 April, dia mengatakan, masjid tersebut seluruhnya terjual. Namun, bangunannya bukan untuk dimiliki pembeli, tapi diwakafkan untuk ibadah. Dia menyampaikan, ada 1.787 orang yang mewakafkan. Mereka berasal dari Finlandia, Australia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Jepang, Arab Saudi, dan Indonesia.

"Kami berikan sertifikat wakaf sebagai tanda terima, ditandatangani oleh panitia dan sebagai bukti bahwa yang membeli menyerahkan uang," terangnya.

Dari pewakaf terkumpul uang Rp3,685 miliar. Setelah hampir tiga tahun berhenti, pembangunan masjid itu akan dilanjutkan kembali. Panitia juga sudah menurunkan baliho iklan jual bangunan masjid. "Berdasarkan perintah Alquran dalam surat At Taubah ayat 111, siapapun yang membeli harus diwakafkan," pungkasnya. 
TRK
Sumber : Metrotvnews.com
Artikel Terkini
Memuat...
Populer
Bagikan
Telegram
LinkedIn
Pinterest
Reddit
Email
Cetak
Tautan disalin